Pembangunan “Runway” Ketiga Bandara Soetta Mulai Bulan Ini, Jalan Perimeter Utara Dipindah

Pembangunan “Runway” Ketiga Bandara Soetta Mulai Bulan Ini, Jalan Perimeter Utara Dipindah

PT Angkasa Pura II memastikan segera membangun landasan pacu atau runway ketiga di Bandara Soekarno-Hatta bulan Desember 2017.

Dampak dari pembangunan runway ketiga itu nantinya adalah pemindahan Jalan Perimeter Utara yang selama ini digunakan sebagai salah satu akses dari dan ke bandara

“Ada rencana menutup Jalan Perimeter Utara, tapi tahap pertama kan masih pembangunan taxiway, jadi mungkin belum ditutup dalam waktu dekat,” kata Vice President Corporate Communication PT Angkasa Pura II Yado Yarismano saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (9/12/2017).

Taxiway merupakan jalan penghubung antara runway dengan tempat pelataran pesawat atau apron. Pembangunan taxiway dilakukan terlebih dahulu sembari menunggu proses pembebasan lahan untuk runway ketiga rampung seluruhnya.

Yado menjelaskan, setelah membangun taxiway, pihaknya akan membangun runway dan fasilitas pelengkap lainnya. Total lahan yang dibutuhkan untuk pembangunan runway ketiga Bandara Soekarno-Hatta sebesar 216 hektare.

Dari total lahan yang dibutuhkan, PT AP II sudah memiliki lahan yang menjadi aset mereka seluas 42,85 hektare. Sedangkan sisa lahan 173,19 hektare memerlukan proses pembebasan lahan dengan biaya Rp 4 triliun yang berasal dari Penyertaan Modal Negara (PMN).

Kawasan yang menjadi sasaran pembebasan lahan untuk pembangunan runway ketiga adalah Kelurahan Selapajang Jaya dan Kelurahan Benda di Kota Tangerang, serta wilayah Kabupaten Tangerang yang meliputi Desa Bojong Renged, Desa Rawa Burung, dan Desa Rawa Rengas.

Pembangunan runway ketiga menjadi kebutuhan mendesak karena kapasitas dua runway yang sudah ada di Bandara Soekarno-Hatta sudah maksimal.

Sementara, pertumbuhan peningkatan pergerakan penumpang maupun pesawat semakin tinggi sehingga butuh runway baru untuk melayani kelebihan pergerakan tersebut.

Pengaruh yang bisa langsung dirasakan setelah ada runway ketiga yaitu ketepatan jadwal penerbangan dan meredam potensi delay karena penerbangan yang terlalu padat.

sumber:ekonomi.kompas.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *